Putaran keempat perundingan dengan peran Amerika Serikat (AS) sebagai mediator antara Lebanon dan Israel berlangsung pada Selasa (2 Juni) di Washington. Perundingan antara kedua negara ini dimulai pada April 2026 setelah meledaknya konflik antara Israel dan Hezbollah. Pembahasan dalam perundingan tersebut berfokus pada upaya mempertahankan gencatan senjata, membentuk mekanisme pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata jangka panjang, menyelesaikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon Selatan, serta memperkuat kontrol pemerintah Lebanon atas wilayah-wilayah perbatasan.

Hezbollah terus menolak perundingan langsung antara Lebanon dan Israel yang dimediasi oleh AS. Anggota parlemen Hezbollah, Hussein Hajj Hassan, berpendapat bahwa solusi yang lebih tepat adalah memulihkan persatuan nasional serta memperkuat saling pengertian di antara berbagai kelompok politik di Lebanon.