Presiden Perancis, Emmanuel Macron (Foto: Kantor Berita Vietnam)

Ketika menjawab interviu koran-koran besar dari Uni Eropa, Presiden Emmanuel Macron menekankan bahwa pada latar belakang seluruh dunia sedang harus menghadapi ancaman-ancaman dari ekstrimisme, masalah ketidaksetaraan yang mendalam, rezim otoritarianisme dan situasi perubahan iklim, Uni Eropa harus “mencapai kemenangan dalam perang demi kebeasan dan demokrasi”, untuk bisa menjamin keadilan sosial dan membela iklim bola bumi. Menurut dia, Perancis bisa memainkan tenaga pendorong dalam perang ini setelah melaksanakan reformasi-reformasi kunci di dalam negeri. Dia juga berkomitmen memberikan kembali gelombang angin baru kepada Uni Eropa setelah Inggris mengundurkan diri dari Uni Eropa (atau Brexit).