Presiden Republik Korea, Moon Jae-in (Foto: yonhap/vna) |
Pernyataan tersebut dikeluarkan pada konteks munculnya kekhawatiran Pyong Yang bisa mengakhiri waktu penghentian sementara ujicoba rudal jarak jauh yang mereka ajukan pada 2017.
Moon Jae-in juga memperingatkan Semenanjung Korea bisa kembali ke “krisis yang berbahaya” pada 5 tahun lalu kalau Pyong Yang meneruskan ujicoba rudal dan nuklir, bersamaan itu menaruh perhatian bahwa waktunya tidak banyak menjelang masa baktinya yang akan berakhir pada Mei mendatang karena “pemilihan presiden yang siap berlangsung dan hasilnyaa mungkin tidak akan sesuai untuk penyelenggaraan konferensi puncak antarKorea”..
Terkait hubungan Amerika Serikat-RDRK, pemimpin Republik Korea percaya bahwa Presiden Joe Biden dan pemimpin RDRK, Kim Jong-un bisa melakukan pembahasan tentang program nuklir RDRK karena “dialog adalah satu-satunya cara untuk menangani masalah ini”.

