Presiden Republik Korea, Moon Jae-in (Foto: Xinhua / VNA)

Dalam pidatonya sehubungan dengan acara peringatan para serdadu yang telah gugur dalam Perang antar-Korea (1950 – 1953) setiap tahun yang ditayangkan langsung di televisi, Presiden Moon Jae-in menekankan bahwa menegakkan perdamaian di Semenanjung Korea merupakan tanggung jawab Pemerintah, bersamaan itu menegaskan bahwa Seoul akan berupaya sekuat tenaga demi target memperkuat kekuatan pertahanan dan menjamin secara mantap keamanan.

Pidato tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Republik Demokrasi Rakyat Korea mengancam menutup Kantor Penghubung Bersama dari kedua negara guna menentang aktivitas penyebaran surat selebaran yang dilakukan kelompok-kelompok sipil anti-Pyong Yang.