Presiden Rusia, Vladimir Putin (Foto: rianovosti)

Terkait langkah-langkah Rusia, Kementerian Keuangan Rusia, pada hari yang sama, mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan bahwa badan-badan usaha Rusia yang melakukan aktivitas perdagangan di luar negeri harus menjual 80% omsetnya dengan mata uang asing dan mengubahnya menjadi rubel.

Dalam satu perkembangan lainnya, Wakil senior urusan politik keamanan dan diplomatik Uni Eropa, Josep Borrell, pada 28 Februari, memberitahukan bahwa semua upaya menjadi anggota blok ini bisa “menghabiskan waktu bertahun-tahun”. Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, telah resmi mengajukan surat permintaan Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa, sementara itu presiden 8 negara Eropa Tengah dan Eropa Timur yang adalah anggota Uni Eropa juga mengumumkan sepucuk surat yang mengimbau Uni Eropa supaya segera memberikan kepada Ukraina martabat calon anggota Uni Eropa. Namun para pejabat Eropa memberitahukan tidak ada prosedur secepat itu.

Juga terkait krisis Rusia-Ukraina, Gedung Putih membantah rekomendasi Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, tentang pembentukan zona larangan terbang terhadap rute-rute penerbangan Rusia di wilayah udara Ukraina, bersamaan itu menganggap bahwa perihal Amerika Serikat ikut serta pada gerak-gerik seperti itu sama dengan satu konflik langsung terhadap Moskow – hal yang tidak diinginkan Washington.