Ketika berbicara pada pertemuan tersebut, Presiden Vladimir Putin menunjukkan bahwa kedua pihak akan membahas situasi Ukraina, dan Moskow bersedia membahas kesepakatan biji-bijian. Dia juga menyatakan harapan bahwa kedua pihak akan menyelesaikan negosiasi-negosiasi tentang pembangunan satu pusat gas bakar alam di Turki.
Pada pihaknya, Presiden Erdogan mengatakan bahwa koridor ekspor biji-bijian Ukraina merupakan masalah yang paling penting dalam pembicaraan dengan sejawatnya dari Rusia. Dia menekankan: “Saya percaya bahwa pesan dari jumpa pers setelah pertemuan merupakan kemajuan penting bagi seluruh dunia, khususnya bagi negara-negara Afrika”.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Turki menjadi perantara bagi Kesepakatan Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam untuk turut menangani krisis pangan global yang semakin menjadi serius karena konflik antara Rusia dan Ukraina – dua negara eksportir biji-bijian papan atas di dunia. Kesepakatan tersebut sudah tiga kali diperpanjang dan habis berlaku pada tanggal 17 Juli lalu. Rusia telah menghentikan partisipasinya dalam kesepakatan tersebut pada bulan Juli lalu dan menjelaskan bahwa bagian yang berkaitan dengan Rusia dalam kesepakatan tidak dilaksanakan.
