Presiden baru Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake (Foto: Getty Images)

Menurut pengumuman resmi dari Pemerintah Sri Lanka, Presiden Dissanayake memerintahkan Parlemen baru untuk mengadakan sidang pertama pada tanggal 21 November, ketika dia membubarkan parlemen yang beranggotakan 225 orang, di antaranya Partai Front Pembebasan Rakyat (JVP) pimpinannya hanya mempunyai 3 kursi.

Ini merupakan pemilu pertama sejak perekonomian Sri Lanka runtuh pada tahun 2022 akibat kekurangan mata uang asing yang serius, yang membuat Sri Lanka tidak mampu membayar barang-barang impor yang esensial seperti bahan bakar, obat-obatan, dan gas bakar.