![]() |
Ketika berbicara setelah pertemuan di Ibukota Juba, Presiden Salva Kiir membenarkan informasi tersebut, bersamaan itu menegaskan bahwa perubahan-perubahan ini akan “memberikan perdamaian”.
Pemimpin faksi oposisi, Rick Machar juga membenarkan bahwa dua pihak telah sepakat membentuk pemerintah baru pada hari Sabtu (22/2) dan sedang membahas masalah-masalah yang lain.

