Presiden Turki, Tayyip Erdogan (Foto: AFP/VNA) |
Sebelumnya, pada 19 Oktober, Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil para Dubes 10 negara yaitu AS, Kanada, Perancis, Finlandia, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, dan Swedia, yang terkait pernyataan bersama yang mengimbau pembebasan wirausaha Osman Kavala yang sedang ditahan di Turki. Dalam pernyataan bersama pada 18 Oktober, para Dubes 10 negara tersebut mengimbau agar mengeluarkan satu solusi yang “adil dan cepat” terhadap kasus Osman Kavala, sesuai dengan kewajiban-kewajiban internasional Turki serta hukum negara ini, bersamaan itu segera membebaskan tokoh ini. Kementerian Luar Negeri Turki mencela pernyataan bersama ini sebagai "tidak bertanggung jawab".
Kavala ditahan sejak akhir 2017 dengan tuhuhan memberikan dukungan keuangan kepada berbagai demonstrasi menentang Pemerintah pada 2013 dan berpartisipasi pada kudeta 2016. Menurut rencana, Kavala akan muncul di sidang pengadilan berikutnya pada 26 Oktober.

