
Presiden Vietnam Tran Dai Quang dan Presiden Perancis, Francois Hollande berbicara di depan jumpa pers
(Foto: vtc.vn)
Sedangkan, Presiden Perancis, Francois Hollande menegaskan: selama beberapa tahun ini, hubungan kerjasama antara dua negara berkembang terus menerus. Khususnya, sejak dua negara menggalang hubungan kemitraan strategis pada tahun 2013, hubungan dua negara telah dan sedang berkembang secara aktif dan efektif di semua bidang. Presiden Francois Hollande memberitahukan: “Saya sendiri berharap supaya kunjungan di Vietnam kali ini bertujuan memperkokoh hubungan itu dan bagaimana meningkatkan kehadiran badan-badan usaha Perancis di Vietnam. Dan badan-badan usaha dua negara bisa masuk pangsa pasar di negara-negara lain. Selain itu juga ada satu hal lain dalam hubungan kemitraan strategis itu ialah kebudayaan, penelitian ilmu pengetahuan yaitu pengetahuan dan kearifan. Saya merasa sangat gembira ketika berada di Hanoi hari ini dan di kota Ho Chi Minh besok untuk memperkokoh hubungan ini”.
Presiden Perancis, Francois Hollande mendukung prinsip-prinsip kebebasan maritim dan penghormatan terhadap UNCLOS-1982 dan berpendapat bahwa dialog merupakan langkah untuk memecahkan semua sengketa.
Presiden Francois Hollande, pada Selasa pagi (6 September), telah mengunjungi dan menyampaikan pidato di Universitas Nasional Hanoi dengan tema: “Masa depan bersama Perancis dan Vietnam. Pada sore harinya, Presiden Francois Hollande berjalan-jalan di sektor kota kuno Hanoi dan berbincang-bincang dengan warga di sini.
Pada waktu lohor hari yang sama, di kota Hanoi, Presiden Tran Dai Quang memimpin resepsi untuk menyambut baik kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Presiden Perancis, Francois Hollande di Vietnam.
Sehubungan dengan ini, koran-koran Perancis secara serentak meliput berita-berita tentang kunjungan Presiden Perancis, Francois Hollande di Vietnam yang telah mencapai sukses besar di segi diplomatik dan kepentingan ekonomi dengan serentetan komitmen politik dan permufakatan kerjasama,yang patut diperhatikan ada kontrak-kontrak besar pesawat terbang Airbus. Selain itu juga ada 16 permufakatan kerjasama di banyak bidang.
Koran Le Point telah meliput berita tentang semua permufakatan pembeliaan pesawat terbang Airbus. Koran ini juga menekankan: Asia Tenggara ,termasuk Vietnam merupakan satu pasar yang mberikan keuntungan besar kepada berbagai perusahaan penerbangan dengan harga murah karena semakin ada banyak penumpang yang memperoleh pendapatan menengah untuk pertama kalinya naik pesawat terbang.
