Acara ini berhasil menarik partisipasi lebih dari 200 pelaku usaha dari Vietnam dan Australia.
Pada acara tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Nguyen Manh Cuong menyampaikan bahwa Australia tengah melaksanakan Strategi “Ekonomi Asia Tenggara hingga tahun 2042” secara efektif. Strategi ini membuka berbagai peluang dalam memperkuat konektivitas strategis dengan Vietnam di berbagai sektor seperti perdagangan, investasi, pendidikan, inovasi kreatif dan transformasi digital.
Di pihak lain, Duta Besar (Dubes) Australia untuk Vietnam, Gillian Bird berkomitmen untuk mendorong kerja sama ekomoni yang substansial melalui Strategi tersebut, baik melalui mekanisme pendukung investasi, peningkatan konektivitas antar pelaku usaha maupun berbagai inisiatif pendorong inovasi kreatif.
Emma McDonald, Komisaris Perdagangan Senior, Badan Perdagangan dan Investasi Pemerintah Australia (Austrade) mengatakan:
“Pelaku usaha harus memahami pasar yang mereka ingin masuki, memosisikan nilai setiap produk secara jelas dan menguasai berbagai persyaratan hukum utama. Pelaku usaha juga harus proaktif memanfaatkan sumber daya yang ada, contohnya panduan “Go Global Tollkit” (yaitu perangkat panduan untuk ekspansi bisnis internasional) dari Austrade atau terkoneksi langsung dengan tim penasihat investasi Austrade di Kota Ho Chi Minh dan Australia. Bersamaan dengan itu, berkoordinasi erat dengan pemerintah berbagai negara bagian di Australia dan asosiasi perdagangan, terutama Asosiasi Perusahaan Australia di Vietnam (AusCham) –jembatan penting untuk membantu pelaku usaha mempelajari berbagai pola bisnis yang telah sukses”.
Selama empat bulan pertama tahun 2026, beberapa investor Australia telah mencatatkan 15 proyek baru di Kota Ho Chi Minh dengan total modal sebanyak 352.000 dolar Amerika Serikat (AS). Hingga saat ini, Australia memiliki 453 proyek aktif dengan total modal investasi senilai 773 juta dolar AS. Angka ini menduduki posisi kedua puluh dari 137 negara dan teritori yang sedang berinvestasi di Kota Ho Chi Minh.
