Yang menghadiri forum ini, ada kira-kira 70 badan usaha Indonesia dan Vietnam yang sedang beraktivitas di bidang otomotif, produksi, ekspor, impor mobil, suku cabang mobil seperti : Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Astra Otoparts,Tbk, Astra Visteon Indonesia, Amico Era Bumiindo, Akebono Brake Astra Vietnam, Toyota Tsusho Vietnam, Yamaha Motor, Honda Vietnam, VPIC1 dan lain-lain dengan kalangan pers.
Menurut Suryana Sastradiredja, Konselor Minister KBRI di Vietnam urusan perdagangan, dua negara punya kemudahan ialah sama blok ASEAN, aktif menggelarkan perjanjian ATIGA-Perjanjian perdagangan komprehensif yang pertama dari ASEAN. Dia mengatakan :
"Pada tahun 2017, permintaan –nya luar biasa besarnya dari Vietnam terhadap produksi mobil-mobil dari Indonesia. Dalam jangka triwulan pertama tahun 2017 telah mendapat lebih 1 miliar USD. Hal ini sangat sangat menguntungkan kedua fihak baik Vietnam maupun Indonesia di bidang otomotif ini. Khususnya dalam rangka menghadapi masyarakat ASEAN, dengan kawasan perdagangan bebas, pajaknya menjadi 0% untuk kenderaan bermotor pada tahun depan."
Ini untuk pertama kalinya forum ini diadakan. Forum tersebut telah menciptakan kesempatan kepada perusahaan-perusahaan yang beraktivitas di bidang industri otomotif untuk bertemu dan mencaritahu beberapa kemungkinan kerjasama serta bertukar pengalaman.
