Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan pertemuan kerja dengan para mediator dan kalangan otoritas negara tuan rumah dalam rangka upaya-upaya diplomatik untuk mengusahakan solusi bagi konflik melibatkan Iran.

Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar, Majed Al Ansari, menyatakan bahwa agenda kerja delegasi AS akan berfokus pada berbagai isu regional, termasuk proses negosiasi dengan Iran dan situasi di Lebanon. Namun, Al Ansari menegaskan bahwa kedua pejabat AS tersebut tidak datang ke Doha untuk melakukan negosiasi langsung dengan pihak Iran, melainkan hanya bekerja sama dengan para mediator dan kalangan otoritas Qatar.

Dari pihak Iran, Jubir Kemlu negara tersebut, Esmaeil Baqaei, menyampaikan bahwa perwakilan Iran dan Qatar kemungkinan akan melakukan diskusi-dikusi di Doha pada 01 Juli, waktu setempat. Meski demikian, ia menekankan bahwa negaranya belum menyetujui pertemuan apa pun dengan AS di tingkat mana pun. Menurut kalangan otoritas Iran, konsultasi–konsultasi di Doha akan berfokus pada konten teknis dari kesepakatan kerangka kerja antara kedua belah pihak, dengan memprioritaskan isu-isu terkait pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri dan pencabutan sanksi terhadap aktivitas ekspor minyak negara tersebut.

Langkah diplomatik baru ini terjadi setelah ketegangan di Selat Hormuz meningkat dalam beberapa hari terakhir akibat adanya aksi serangan balasan di antara para pihak.