Pemimpin Kim Jong-un (Foto: KCNA) |
Kantor Berita Sentral Korea “KCNA” merilis kata-kata Ketua Kim Jong-un dalam pengumuman garis politik dan kebijakan luar negeri baru dengan latar belakang “situasi umum dan waktu sudah berubah”. Namun, KCNA tidak menunjukkan apakah memperluas hubungan diplomatik sama artinya memperbaiki hubungan dengan Republik Korea dan Amerika Serikat (AS) atau tidak.
Hubungan antarKorea tetap mengalami jalan buntu sejak pertemuan puncak antara Pemimpin Kim Jong-un dan Presiden AS, Donald Trump pada 2019 tidak mencapai kesepakatan. Tahun lalu, hubungan ini kian dingin ketika RDRK meledakkan kantor penghubung bersama antarKorea dan penembakan yang menewaskan seorang petugas cabang perikanan Republik Korea di dekat perbatasan laut Kuning pada September 2020.

