Gabungan latihan perang tersebut dilaksanakan di perairan internasional di sebelah Selatan pulau resort Jeju, Republik Korea Selatan.

Pernytaan tersebut menunjukkan bahwa dulu AS, Jepang, dan Republik Korea sudah berkali-kali melaksanakan gabungan latihan perang yang besar dan kecil dengan banyak alasan yang berbeda, tapi belum pernah melaksanakan gabungan latihan perang dengan skala besar yang dinamakan secara khusus seperti itu. Menyatakan kekhawatiran tentang perihal AS, Jepang, dan Republik Korea “secara rutin memanifestasikan kekuatan militer”, bersamaan itu memperingatkan akibat serius dari tindakan yang dianggap oleh Pyong Yang sebagai “provokatif” ini.