PM Republik Korea, Lee Nak-yon (Foto: Yonhap/ VNA)

Pyong Yang bersamaan itu menyatakan bahwa negara ini tidak pernah menghapuskan program nuklir untuk ditukar dengan kerjasama perdagangan dengan AS.

Sebelum-nya, KCNA juga memberitakan Pyong Yang memutuskan membatalkan pembicaraan tingkat tinggi dengan Republik Korea yang direncanakan berlangsung pada Rabu (16/5) di desa gencatan senjata Panmunjom untuk memprotes latihan-latihan perang “Max Thunder” yang sedang berlangsung antara negara ini dan AS. Menurut KCNA, latihan perang antara pasukan angkatan udara Republik Korea dan AS adalah latihan untuk mengagresi RDRK dan merupakan tindakan permusuhan pada saat hubungan antar – Korea sedang menjadi hangat.

Menghadapi perkembangan tersebut, pada hari yang sama (16/5), Perdana Menteri (PM) Republik Korea, Lee Nak-yon menyatakan yakin bahwa pertemuan puncak antara Presiden AS, Donald Trump dan Pemimpin RDRK Kim Jong-un pada 12/6 mendatang akan “sangat sukses” dan akan membantu secara resmi menghentikan Perang Dingin melalui perdamaian jangka panjang di Semenanjung Korea.