Menlu RDRK, Ri Yong-ho berbicara di depan Majelis Umum PBB (Foto: AFP/VNA)

Ketika berbicara di depan kalangan pers di New York (AS), Menlu RDRK menegaskan bahwa karena AS telah mengeluarkan pernyataan perang maka Pyong Yang mencadangkan hak mengeluarkan langkah-langkah balasan, di antaranya ada penembakan jatuh pesawat pembom strategis AS bahkan kalau pesawat-pesawat tersebut tidak beraktivitas di wilayah udara RDRK. Menurut Menlu Ri Yong-ho, komunitas internasional perlu ingat bahwa AS-lah negara yang mengeluarkan pernyataan perang. Namun dia juga menekankan bahwa RDRK benar-benarnya tidak ingin perang mulut dengan AS akan berubah menjadi tindakan nyata.

Sebelumnya, ketika berbicara di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 19/9, Presiden AS, Donald Trump telah menyatakan bahwa kalau diancam, AS akan membasmi habis-habisan RDRK. Ketika memberikan tanggapan, pemimpin RDRK, Kim Jong-un menegaskan bahwa ancaman-ancaman dari Presiden AS, membuat dia percaya ketepatan program nuklir yang dilaksanakan negeri ini, bersamaan itu menyatakan sedang mempertimbangkan tindakan-tindakan yang paling keras untuk memberikan balasan terhadap ancaman ini.