![]() |
Kememterian Luar Negeri (Kemlu) RDRK, pada Minggu (24 Desember), menegaskan sedang mengembangkan senjata nuklir untuk membela kedaulatan dan kehidupan warga dalam menghadapi kebijakan-kebijakan permusuhan AS, bersamaan itu menekankan bahwa Washington supaya menerima bahwa Pyong Yang akan tidak menghapuskan senjata ini. RDRK menunjukkan akan terus memperkuat potensi nuklir untuk menegakkan neraca kekuatan dengan AS.
RDRK telah mengeluarkan pernyataan tersebut pada latar belakang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada Jumat (22 Desember), telah mengesahkan resolusi sanksi baru terhadap negara ini. Resolusi tersebut melarang kira-kira 90% produk minyak kasar olahan diekspor ke RDRK dengan menetapkan pagu 500.000 barel per tahun, bersamaan itu, meminta memulangkan para pekerja RDRK di luar negeri dalam waktu 1 tahun.

