Pemimpin RDRK, Kim Jong-un (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (Foto: EPA/ VNA)

Oleh karena itu, semua negara dan kelompok etnis perlu mengembangkan hubungan-hubungan persahabatan dan kerjasama berdasarkan pada prinsip saling menghormati dan tidak menglanggar kedaulan satu sama lain. Editorial itu menunjukkan: “Hubungan antara negara-negara yang menjalankan kepentingan-kepentingan sepihak tidak bisa berjangka-panjang”. Editorial itu bersamaan itu menegaskan pandangan Pyong Yang tentang masalah bersedia memperbaiki dan mengembangkan hubungan dengan negara-negara yang pernah melakukan pemusuhan atau konfrontasi dengan RDRK, tapi menekankan bahwa negara-negara ini harus menghormati kedaulatan dan melakukan perilaku yang akrab dengan RDRK.