Reaksi ini dikeluarkan setelah Tiongkok mengutuk “sanksi-sanksi yang salah” yang dikenakan oleh AS terhadap serentetan maujud Tiongkok yang bersangkutan dengan RDRK.

Sebelumnya, pada Senin (20 November), Presiden AS, Donald Trump menyatakan telah mengkonfirmasikan RDRK sebagai negara sponsor teroris sehinga AS mengenakan lagi sanksi-sanksi terhadap RDRK.