Kantor Berita Sentral Korea (KCNA) menegaskan bahwa pengembangan senjata merupakan solusi yang tepat untuk menghapuskan ancaman-ancaman yang langsung dan pernah ada terhadap keamanan negara ini.

KCNA mengeluarkan komentar bahwa latihan perang gabungan tersebut bertujuan mengagresi RDRK. Kantor Berita tersebut juga mencela AS karena melanggar permufakatan denuklirisasi yang telah dicapai pada pertemun puncak yang bersejarah pada bulan 6/2018 di Singapura. KCNA menyatakan bahwa latihan perang tersebut merupakan penolakan yang terbuka dan merupakan tantangan yang jelas terhadap permufakatan di antaranya menunjukkan komitmen-komitmen menggalang hubungan AS-RDRK dan menegakkan perdamaian yang berjangka panjang dan berkesinambungan di Semenanjung Korea.