Pernyataan tersebut dikeluarkan sehari setelah Ibu Kim Yo-jong, Wakil Ketua Komite Propaganda Partai Kerja Korea, adik perempuan pemimpin RDRK Kim Jong-un mencela Republik Korea dan AS karena terus mempromosi latihan perang gabungan. Ia memberitahukan bahwa gabungan-gabungan latihan perang tersebut memanifestasikan kebijakan provokatif dari Washington, bersamaan itu memperingatkan Pyong Yang akan memperkuat lebih lanjut kemampuan pertahanan dan preventif.

Memberikan reaksi atas pernyataan tersebut, kalangan otoritas Republik Korea menegaskan akan mengikuti secara erat semua gerak-gerik mendatang dari RDRK.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price pada tanggal 10 Agustus menekankan negara ini tidak beriktikad permusuhan terhadap RDRK. Dia juga meminta perhatian bahwa latihan-latihan perang gabungan bersifat preventif.