Kepala Staf Gabungan Tentara Republik Korea (JSC) mengatakan telah menemukan "jejak peluru" yang dianggap berasal dari kasus-kasus penembakan peluru yang terjadi antara pukul 18:21 dan 18:37 pada Minggu (10 Juli). Namun, JSC tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jumlah peluru dan lokasi penembakan.

Dalam pernyataannya, JSC menekankan bahwa selain meningkatkan kemampuan pengawasan dan kewaspadaan tentara, Republik Korea dan Amerika Serikat bekerja sama erat dan menjaga kesiagaan untuk siap memberikan balasan kepada RDRK.