
Gambar RDRK melakukan uji coba peluncuran rudal yang ditayangkan oleh televisi di stasiun kareta api di Seoul, Republik Korea
(Foto: AFP/Kantor Berita Vietnam)
Pada hari yang sama, Kantor Berita Rusia “TASS”, Dewan Rekonstruksi Nasional Korea (NRC) mengecam keras penilaian-penilaian negatif dari Presiden Republik Korea, Park Gyun-hye tentang situasi semenanjung Korea. Dalam satu komunikenya, NRC menekankan: Presiden Republik Korea “perlu mengekang pernyataan yang tergesa-gesa” ketika memberikan penilaian rezim sosialis di RDRK. Komunike NRC tersebut juga menunjukkan; RDRK akan terus menjalankan kebijakan mengembangkan ekonomi sekaligus memperkuat kemampuan nuklir.
Sementara itu, Kepala Direktorat urusan masalah nulklir RDRK dari Kementerian Luar Negeri Republik Korea, Kim Geon, pada Minggu (11 September), memberitahukan: Seoul akan mendorong Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan paket sanksi baru terhadap RDRK. Namun pejabat ini menolak memberikan rincian, maka hanya mengatakan bahwa sekarang semua pihak yang bersangkutan sedang melakukan perbahasan.
