(VOVWORLD) -Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Jumat (13 Juni) meminta Israel dan Iran untuk menahan diri secara maksimal dan menghindari memperdalam lebih lanjut konflik dengan segala cara, sembari menyatakan "kekhawatiran khusus" atas serangan Israel terhadap fasilitas nuklir, di tengah negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran.
Akibat serangan di Iran (foto: Reuters) |
Dalam pernyataan pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan kekhawatiran khusus atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dan menyatakan bahwa tindakan militer Israel terhadap Iran melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.
Pada hari yang sama, Anggota Uni Eropa urusan kebijakan luar negeri, Kaja Kallas, menyatakan situasi di Timur Tengah berbahaya dan mengimbau untuk menahan diri. Dia juga menekankan bahwa diplomasi tetap menjadi cara terbaik untuk menyelesaikan masalah dan siap mendukung semua upaya diplomatik untuk mengurangi ketegangan.
Ketua Uni Afrika (AU), Mahmoud Ali Youssouf, menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan Israel terhadap sekitar 100 target di Iran dan meminta semua pihak untuk segera mengakhiri konfrontasi dan menahan diri secara maksimal. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS; bersamaan itu dia memperingatkan bahwa akibatnya akan lebih serius
Ini adalah salah satu komentar pertama pemimpin AS tersebut setelah Israel melancarkan serangan ke Teheran. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Israel memiliki banyak peralatan militer terbaik dan paling berbahaya di dunia dan siap menggunakannya. Dia menekankan bahwa masih ada waktu untuk mengakhiri konfrontasi berdarah ini.
Pada Jumat (13 Juni), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian mengatakan Beijing sedang mengamati dengan saksama serangan Israel terhadap Iran dan sangat prihatin dengan akibat serius dari tindakan tersebut. Tiongkok menentang tindakan apa pun yang melanggar kedaulatan, keamanan, dan keutuhan wilayah Iran, menentang eskalasi konflik dan ketegangan di kawasan dan bersedia memainkan peranan konstruktif dalam turut meredakan situasi.