(VOVworld) - Parlemen Republik Afrika Tengah, pada Selasa (14 Januari), mengadakan sidang khusus untuk memilih Presiden sementara setelah berbulan-bulan negara ini menenggelamkan diri dalam kekerasan etnis yang berlumuran darah.

Kekerasan dan perampokan terus terjadi di Republik Afrika Tengah
setelah Presiden Michel Djotodia mengundurkan diri
(Foto: baomoi.com)
Menurut rencana,135 anggota Badan Penyelenggara Transisi (CNT) akan punya dua pekan untuk memilih pemimpin sementara pengganti Presiden Michel Djotodia yang lengser pada pekan lalu di bawah tekanan internasional. Sekarang, ada 10 capres yang ingin mengganti Michel Djotodia, diantaranya ada pemimpin sementara Alexandre Ferdinand Nguendet. Menurut undang-undang, orang yang dipilih akan tidak bisa mencalonkan diri dalam pemilihan presiden yang direncanakan akan berlangsung pada paro pertama tahun 2015./.

Kekerasan dan perampokan terus terjadi di Republik Afrika Tengah
setelah Presiden Michel Djotodia mengundurkan diri
(Foto: baomoi.com)
