Pssukan keamanan Republik Afrika Tengah (Foto: africanews/vietnamplus.vn)

Bentrokan ini terjadi kembali segera setelah Pemerintah negara ini menandatangani permufakatan “gencatan senjata dengan segera” dengan kaum pembangkang. Bentrokan yang terjadi antara pasukan gerilyawan “anti Balaka” orang Kristen dan para militan Islam dari pasukan Seleka.

Sebelumnya, pada Senin (19 Juni), Pemerintah Republik Afrika Tengah dan kelompok-kelompok pembangkang telah menandatangani satu permufakatan gencatan senjata dengan segera dalam perundingan di Roma (Italia) – satu permufakatan yang langka dan diharapkan akan menghentikan kekerasan dan mempertahankan kestabilan di negara ini. Menurut permufakatan ini, kelompok-kelompok bersenjata akan mempunyai perwakilan di bidang politik untuk ditukar denganpenghentian serangan-serangan dan blokade.