(VOVworld) - Gubernur Bangui, Ibu Catherine Samba Panza, pada Senin (20 Januari), dipilih menjadi Presiden sementara Republik Afrika Tengah, memikul tugas yang sulit yalah memulihkan perdamaian di negara yang sedang tenggelam dalam gelombang kekerasan faksi yang berlumuran darah ini.
.jpg)
Gubernur Bangui, Ibu Catherine Samba Panza pada Senin (20 Januari)
dipilih menjadi Presiden sementara Republik Afrika Tengah.
(Foto: www.xaluan.com)
Pernyataan Uni Eropa memberitahukan bahwa para Menteri Luar Negeri Uni Eropa yang melakukan pertemuan pada Senin (20 Januari) di Brussels (Belgia) telah sepakat mengirim pasukan yang terdiri dari 400-1000 serdadu, bahu membahu dengan 1.600 serdadu Peranis dan kira-kira 4.000 serdadu Afrika yang sedang berkedudukan di Afrika Tengah dalam satu misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ini akan menjadi satu operasi militer besar pertama Uni Eropa selama 6 tahun ini. Pada pertemuan ini, para donor internasional juga berkomitmen pada tahun ini akan menguurkan bantuan senilai USD 500 juta kepada negara ini./.
