Pada pertemuan ini, semua fihak telah sepakat akan memberikan balasan yang “keras” terhadap aktivitas provokatif dengan rudal terbaru yang dilakukan oleh RDRK pada tanggal 04/07 termasuk sanksi-sanksi keras di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Sistim THAAD dari AS (Foto: EPA/ Kantor Berita Vietnam)

Para pejabat tersebut, juga menegaskan kembali arti penting kerjasama dengan negara-negara yang lain, khususnya Tiongkok dan Rusia untuk menimbulkan tekanan yang efektif terhadap RDRK dan sepakat terus meneruskan kanal konektivitas strategi dengan negara-negara ini. Selain menegaskan bahwa pintu dialog masih ada, ketiga Utusan Khusus tersebut juga berkomitmen mempertahankan koordinasi erat, menuju ke target bersama ialah de-nuklirisasi semenanjung Korea. Mereka juga sepakat berupaya membawa RDRK kembali ke proses perundingan untuk melakukan de-nuklirisasi.