Masa bakti ke-3 dari Republik Korea berlangsung pada saat penting saat dunia sedang menghadapi banyak tantangan seperti: konflik Rusia-Ukraina, konflik antara Gerakan Islam Hamas dan Israel di Jalur Gaza, serta sengketa-sengketa tentang kedaulatan wilayah. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Korea, Lim Soo-suk menekankan, Republik Korea akan menyelesaikan peranannya dalam mengusahakan langkah-langkah untuk menghadapi tantangan-tantangan serius yang sedang mengancam perdamaian dan keamanan internasional. Di samping itu, Republik Korea akan turut mendorong agenda terkait dengan masalah perempuan, ancaman-ancaman yang baru muncul, di antaranya ada keamanan siber dan iklim.