Pejabat tersebut juga menekankan: Pada pokoknya, Pemerintah Republik Korea berharap agar AS dan RDRK akan cepat mengadakan kembali pembicaraan-pembicaraan bilateral serta menghormati target denuklirisasi di Semenanjung Korea dan membentuk satu perdamaian yang berkelanjutan.

Pesan tersebut dikeluarkan setelah Pyong Yang, pada Minggu (30 Maret) mencela Washington dan mengancam akan membatalkan perundingan. Kepala Perunding RDRK yang baru menekankan bahwa Pyong Yang akan memilih “jalan sendiri” pada latar belakang perundingan-perundingan nuklir mengalami julan buntu, bersamaan itu mempringatkan AS “jangan memprovokasi RDRK untuk menhindari akibat-akibat yang meyayangkan”.