Dalam pertemuan dengan para pejabat senior pada awal bulan Agustus ini, dua negara bagian Korea telah sepakat mengadakan pertemuan puncak ke-3 antara Presiden Moon Jae-in dan Pemimpin RDRK, Kom Jong-un di Pyong Yang pada bulan September mendatang. Tetapi, keputusan Amerika Serikat (AS) yang baru saja membatalkan kunjungan di Pyong Yang dari Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo telah sedikit menyelubungi bayangan hitam ke proses perdamaian di Semenanjung Korea.

Ketika berbicara di depan satu jumpa pers, Kim Eui-kyeom menunjukkan bahwa perlu-nya mengadakan pertemuan puncak Republik Korea – RDRK yang telah menjadi lebih mendesak karena kemacetan yang sekarang antara AS dan RDRK. Seoul mengharapkan agar pertemuan ini akan memainkan peranan membuka jalan dan mendorong usaha memperluas proses dialog. Wakil Istana Presiden Republik Korea juga menolak kemungkinan menunda pertemuan puncak antar-Korea, tanpa memperdulikan perihal dua bagian negeri Korea sampai sekarang belum mengadakan perbahasan lanjutan manapun untuk mempercepat pertemuan puncak mendatang.