![]() |
Komunike Kementerian Pertahanan Republik Korea menunjukkan bahwa penghentian siaran-siaran propaganda tersebut bertujuan mengurangi ketegangan militer antara dua bagian negeri Korea dan menciptakan suasana bagi dialog perdamaian sehubungan dengan berlangsung-nya pertemuan puncak.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Minggu (22 April), telah menilai bahwa pemecahan krisis nuklir RDRK harus memakan waktu lama. Dalam pernyataan-nya yang dimuat di Twitter, Presiden Donald Trump memberitahukan bahwa semua hal bisa berlangsung secara lancar tetapi juga bisa tidak lancar, hanya waktu baru bisa menjawab. Penilaian tersebut dianggap memanifestasikan kesangtian setelah RDRK sebelumnya menyatakan menghentikan uji coja nuklir dan rudal, bersamaan itu menutup satu fasilitas nuklir, alih-alih menjalankan perkembangan ekonomi dan perdamaian.

