Menteri Unifikasi Republik Korea, Lee In-young berbicara di depan satu event di desa gencatan senjata Panmunjom, 4/11/2020 (Foto: AFP / VNA) |
Lee In-young mengeluarkan ucapan ini dalam satu pembahasan tentang cara menormalisasikan hubungan antara dua bagian Korea yang telah terputus sejak Republik Demokrasi Rakyat Korea (RDRK) meledakkan kantor penghubung di kotamadya perbatasan Kaesong pada Juni guna membalas aktivitas menyebarkan selebaran melalui perbatasan dari pihak Republik Korea untuk menentang Pyong Yang. Menteri Unifikasi Republik Korea merekomendasikan membuka kantor-kantor perwakilan di dua ibukota Seoul dan Pyong Yang, atau membuka kantor penghubung yang tidak hanya di Kaesong, tetapi di kawasan-kawasan lain di RDRK, yaitu Sinuiju, Rajin, dan Sonbong.
Pada 9/2008, dua bagian Korea membuka kantor penghubung menurut kesepakatan yang telah dicapai Presiden Republik Korea, Moon Jae-in dan Pemimpin RDRK, Kim Jong-un guna mendorong pertukaran lintas perbatasan. Akan tetapi, aktivitas kantor tersebut telah tertunda sejak awal tahun karena wabah Covid-19. Pada 6/2020, RDRK memutuskan semua hubungan lintas perbatasan dan meledakkan kantor penghubung.

