Berbicara di depan konferensi pers, Boo Seung-chan, juru bicara Kemenhan memberitahukan bahwa menurut kesepakatan tingkat tinggi antar-Korea yang ditandatangani oleh Presiden Republik Korea, Moon Jae-in dan Pemimpin RDRK, Kim Jong-un di Pyong Yang pada 19/9/2018, kedua pihak dianggap akan membahas masalah-masalah seperti latihan-latihan perang berskala besar serta penguatan senjata melalui komisi bersama. Pejabat tersebut juga menolak semua celaan bahwa Perjanjian Militer Komprehensif antar-Korea hampir-hampir dihapuskan.

Sebelumnya, pada Senin (18 Januari), Presiden Republik Korea, Moon Jae-in mengharapkan agar kegiatan diplomasi denuklirisasi Semenanjung Korea yang sedang mengalami kemacetan akan mencapai kemajuan di atas dasar kesepakatan yang dicapai pada Pertemuan puncak antara Amerika Serikat dan RDRK di Singapura.