Dewan Kepala Staf Gabungan Tentara Republik Korea (JSC) mengumumkan peluncuran, tetapi tidak menyampaikan informasi terinci apa pun.

Gerak-gerik terkini ini berlangsung hanya beberapa hari setelah Pemerintah pimpinan Presdien Joe Biden mengenakan sanksi-sanksi baru terhadap 6 orang RDRK yang dianggap Washington bisa terkait dengan program-program proliferasi senjata massal dan rudal balistik Pyong Yang.

Sebelumnya, RDRK melaksanakan dua uji coba senjata yang dinyatakan sebagai "rudal supersonik" pada tanggal 5 Januari dan 11 Januari. Ini dianggap sebagai gerak-gerik jelas untuk menuju ke pembangunan sistem senjata baru dan modern pada latar belakang perundingan nuklir dengan AS mengalami kemacetan.