Kantor berita Yonhap mengutip kata-kata seorang pejabat yang tak tersebut nama dari Istana Presiden Republik Korea yang mengatakan bahwa gerak gerik tersebut merupakan :Simbol dari kemajuan dalam hubungan AS dan RDRK, ketika kedua fihak bisa berbahas tentang masalah-masalah yang masih ada pada kapan pun.” Menurut pejabat tersebut, semua pembicaraan telepon antara Presiden Donald Trump dan pemimpim Kim Jong Un kalau berlangsung akan di sekitar tema menggelarkan permufakatan di pertemuan puncak pada 12/6 lalu di Singapura.