Sorotan utama dari rangkaian kegiatan tersebut adalah latihan terpadu dengan partisipasi, pemantauan dan pembahasan keahlian perwakilan dari berbagai rumah sakit lapangan dan unit medis internasional yang sedang bertugas dalam misi tersebut, termasuk yang dari Pakistan, Mongolia, Ghana, serta Rumah Sakit Tingkat 1 di zona Unity.

Dalam lokakarya tersebut, Rumah Sakit Lapangan Tingkat 2 Nomor 7 juga secara proaktif membagikan dokumen keahlian, poster komunikasi, prosedur skrining, dan pengendalian infeksi kepada unit-unit lain di misi tersebut. Kapten Velasquez Prand, Perwira Medis dari Batalion Ghana (GAMBATT), mengatakan:

"Kami merasa sangat terhormat dapat berpartisipasi dalam lokakarya dan latihan hari ini. Kegiatan ini diselenggarakan secara sistematis dan praktis. Baik materi teori maupun praktik memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat. Kami mengapresiasi persiapan serta kemampuan Rumah Sakit Lapangan Tingkat 2 Nomor 7 Vietnam dalam melaksanakan proses penanggulangan wabah Ebola."

Penilaian positif dari rekan-rekan internasional tersebut menunjukkan prestise pasukan kedokteran militer Vietnam di UNMISS yang kian ditekankan. Dalam lingkungan tugas khas dengan banyak risiko wabah dan keterbatasan kondisi pendukung, sikap proaktif tersebut tidak hanya turut melindungi kesehatan personel PBB dan masyarakat setempat, tetapi juga semakin menegaskan citra prajurit Baret Biru Vietnam yang profesional dan bertanggung jawab.