Menurut Presiden Rusia, agar Rusia kembali ke kesepakatan biji-bijian maka semua syarat harus dilaksanakan, di antaranya menghapuskan sanksi terhadap pengangkutan biji-bijian dan pupuk dan semua hambatan terhadap bank-bank Rusia; mengadakan kembali pasokan semua onderdin dan suku cadang mesin pertanian dan produksi pupuk; menangani semua masalah tentang sewa kapal dan asuransi ekspor bahan makanan dari Rusia; memulihkan kegiatan arus pipa Amonia Tolyatti-Odessa; menghapuskan semua blokade terhadap harta benda Rusia terkait dengan pertanian; dan memulihkan sifat kemanusiaan permulaannya dari kesepakatan biji-bijian.
Juga pada hari yang sama, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menyatakan apabila MoU antara Rusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang ekspor biji-bijian dan pupuk tidak dilaksanakan secara lengkap selama tiga bulan mendatang, Moskow tidak akan melakukan negosiasi tentang kesepakatan yang membolehkan ekspor biji-bijian Ukraina lewat Latu Hitam.
Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF), pada tgl 19 Juli, memberitahukan bahwa penarikan Rusia ke luar kesepakatan biji-bijian Laut Hitam akan memperburuk prospek ketahanan pangan global dan menimbulkan bahaya meningkatkan inflasi pangan, khususnya terhadap negara-negara Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Selatan.
