Menurut Menlu Lavrov, Rusia sedang menilai situasi berdasarkan analisis terhadap tindakan-tindakan AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO ) yang menimbulkan instabilitas. Dia menegaskan, sekarang ini penundaan pengerahan rudal jarak pendek dan jarah menengah yang tidak implementatif lagi dalam kenyataan dan akan harus dibatalkan karena AS telah mengabaikan peringatan-peringatan Rusia dan Tiongkok.

Sebelumnya, AS telah menarik diri dari Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah pada tahun 2019. Sejak saat itu, Rusia menyatakan tidak akan mengerahkan bermacam jenis senjata seperti itu apabila AS tidak mengerahkannya.