Menlu Rusia, Sergei Lavrov (Foto: AFP/VNA)

Dia menganggap bahwa AS sedang menjalankan satu kebijakan diplomatik yang menghilangkan nilai permufakatan-permufakatan kontrol senjata global dan membuat dunia menyaksikan “kembalinya kecenderungan-kecenderungan yang berbahaya”.

Menlu Rusia juga menekankan bahwa setelah lebih dari satu dekade mengalami kemacetan, hal yang mendesak sekarang ini ialah ada satu traktat baru untuk mencegah penggelaran senjata dalam ruang angkasa luar. Moskow percaya bahwa sekarang belum terlalu lambat untuk mencegah satu bentrokan dalam angkasa luar dan berseru supaya melaksanakan perundingan-perundingan yang menyeluruh untuk menuju ke satu traktat yang mencegah penggelaran peralatan-peralatan militer dalam ruang angkasa luar.