Informasi yang dimuat di Twitter resmi dari uni pengembangan Sputnik V menganggap bahwa hanya ada satu daftar vaksin yang beraneka-ragam baru bisa mengurangi risiko dalam hal teknologi dan sumber pasokan. Sampai saat ini, ada 12 negara yang memberikan izin penggunaan vaksin Sputnik V.

Pada 12/2020, Dana Investasi Langsung Rusia, Pusat Gamaleya (pengembang Sputnik V), AstraZeneca dan Perusahaan Farmasi Rusia “R-pharm” menandatangani kesepakatan tentang pengembangan dan pelaksanaan program percobaan klinis terhadap berbagai jenis vaksin Covid-19. Para pihak sepakat mempelajari kemungkinan penggunaan vaksin bersama buatan Rusia dan AstraZenaca untuk menjamin imunitas yang lebih lama.