Ketika berbicara di depan sidang tersebut, Duta Besar (Dubes) AS untuk PBB, Nikki Haley menegaskan bahwa telah ada “bukti yang jelas dari puluhan korban” tentang serangan-serangan ini di Ghouta Timur yang sedang dikontrol oleh kubu pemberontak. Menurut rancangan pernyataan yang disusun oleh AS, Washington mengusulkan kepada Dewan Keamanan PBB supaya mengesahkan satu pernyataan celaan dengan “kata-kata yang paling keras’ tentang satu serangan yang dianggap ada penggunaan gas Klo di Kotamadya Douma sehingga melukai 20 penduduk sipil, di antaranya ada anak-anak.
Pada fihaknya, Dubes Rusia, Vassily Nebenzia menuduh AS yang sedang mencanangkan “operasi propaganda” untuk mengenakan tanggung jawab yang salah terhadap Presiden Suriah, Bashar al-Assad tentang serangan-serangan senjata kimia. Menurut dia, sampai sekarang, belum menetapkan pelaku kasus-kasus tersebut. Rusia telah mengusulkan satu pernyataan revisi, menurut itu, tidak mengungkapkan serangan di Ghouta Timur dan menekankan bahwa kasus-kasus tersebut perlu “diinvestigasi secara tepercaya dan profesional”.
