![]() |
Sebelumnya, pada hari yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia, Maria Zakharova menyatakan demonstrasi kekuatan Amerika Serikat (AS) di Republik Korea akan menimbulkan akibat-akibat serius di seluruh kawasan. Moskwa berseru kepada Washington dan Pyong Yang supaya duduk ke meja perundingan untuk mengusahakan satu solusi politik bagi masalah di semenanjung Korea.
Juga bersangkutan dengan RDRK, dalam satu pernyataan terkini, juru bicara Kemlu AS, Heather Nauert menegaskan bahwa negara ini akan bersedia melakukan perundingan dengan RDRK pada “saat yang sesuai”, tapi sekarang ini hal tersebut belum bisa berlangsung karena Pyong Yang tidak menunjukkan pertanda apa pun tentang kesediaan mereka dalam menghentikan uji coba rudal dan nuklir. Dia menunjukkan bahwa pertama-tama ialah harus ada “tahap tenang”, di mana Pyong Yang menghentikan uji coba rudal dan nuklir, setelah itu bisa berlangsung semua perundingan.

