Dmitry Peskov menyatakan bahwa penggunaan keuntungan dari aset Rusia untuk tujuan-tujuan lain melanggar semua ketentuan dan standar sistem ekonomi dan keuangan internasional. Gerak-gerik ini akan menimbulkan isu-isu hukum yang serius bagi orang-orang yang menetapkan keputusan dan orang-orang yang menyalahgunakan keputusan ini. Sebelumnya, pada hari yang sama, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen mengatakan bahwa Uni Eropa mentransfer 1,5 miliar Uuro dari aset real estate Rusia ke Ukraina untuk tujuan rekonstruksi dan pertahanan.
AS dan para setukunya telah membekukan sekitar 300 miliar USD aset dari Bank Sentral Rusia sebagai sebagian dari sanksi-sanksi ketika Rusia melakukan operasi militer khusus di Ukraina pada bulan Februari 2022. Menurut rencana, Uni Eropa akan menggunakan 90% keuntungan dari aset ini untuk memberikan bantuan militer kepada Ukraina, dan sisanya ditransfer ke dalam anggaran keuangan Uni Eropa dan digunakan untuk tujuan rekonstruksi Ukraina.
