![]() |
Ketika berbicara di depan setu jumpa pers periodik, dia menekankan bahwa penyebab ketegangan sekarang ini adalah karena kebijakan Washington menimbulkan tekanan maksimal terhadap Iran, dikombinasikan dengan psikologi anti-Teheran dan intrik mengubah kekuasaan di negara yang berkedaulatan ini.
Pada sidang yang luar biasa diadakan oleh Dewan Manajemen Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada Rabu (10/7) ini, IAEA memberitahukan bahwa Iran sedang mengayakan uranium dengan kemurnian sebesar 4,5%, lebih tinggi dari pada batas 3,67% yang telah disepakati oleh Teheran dalam permufakatan JCPOA. Juru bicara Kemlu Rusia, Maria Zakharova meminta perhatian bahwa sidang ini diadakan menurut permintaan AS, negara yang telah menyatakan menarik diri dari JCPOA, bersamaan itu secara sepihak melepaskan semua komitmen pada bulan Mei, 2018. Dia juga menganggap bahwa masih ada kemungkinan untuk melakukan dialog antara Iran dan AS kalau Washington mengubah kebijakan yang menimbulkan ketegangan sekarang ini.

