Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kemhan Rusia menunjukkan bahwa dari Senin (19 Juni), Kemhan ini akan menghentikan kanal hubungan dengan AS dalam kerangka MoU tentang pencegatan bentrokan dan keselamatan penerbangan ketika melaksanakan operasi-operasi serangan udara di Suriah, bersamaan itu meminta kepada Markas Komando AS supaya melaksanakan investigasi secara rinci dan mengumumkan hasil serta langkah-langlah yang telah dilaksanakan.

Pesawat bertempur F/A-18E Super Hornet dari AS (Foto: Reuters)

Menurut Kemhan Rusia, semua pesawat dan kendaraan udara tak berawak dari pasukan koalisi internasional pimpinan AS, kalau ditemukan oleh Angkatan Udara Rusia di daerah-daerah sebelah Barat sungai Euphrates, akan dianggap sebagai berbagai “target” di udara dan diikuti oleh Pasukan Penangkit-Udara Rusia dan pesawat-pesawat-nya. Kemhan Rusia juga mencela serangan AS terhadap pesawat Pasukan Angkatan Udara Suriah dan menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional, melanggar “secara terang-terangan” kedaulatan negara Timur Tengah ini dan merupakan tindakan “agresir militer” terhadap Suriah- negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kemhan Rusia juga mengutuk AS yang telah tidak mengoperasikan kanal hubungan dengan Rusia sebelum menembak jatuh pesawat Suriah.