Ketika menjawab interviu kalangan pers melalui telepon, Dmitry Peskov memberitahukan bahwa dua pemimpin hanya menyatakan akan bersedia bekerja menurut arah tersebut.
![]() |
Sebelumnya, ketika berbicara di depan kalangan pers pada Senin (10/07), Ibu Svetlana Lukash- seorang pejabat Rusia yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Republik Federasi Jerman lalu, memberitahukan bahwa dalam pembicaraan di sela-sela KTT G20, Presiden Vladimir Putin dan Presiden Donald Trump telah berbahas selama kira-kira 40 menit tentang masalah keamanan siber. Dia memberitahukan bahwa pada pembicaraan tersebut, Presiden Vladimir Putin “telah mengusulkan pembentukan satu unit kerja bersama, tapi hal itu tidak berarti ialah kerjasama akan berlangsung segera pada besok”. Dia menekankan bahwa ini hanya merupakan usulan dan Rusia juga perlu mempunyai waktu untuk mempelajari pembentukan kelompok ini.
Presiden Donald Trump, pada Minggu (09/07), telah mengumumkan menarik maksud membentuk satu unit keamanan siber bersama dengan Rusia, hanya beberapa jam setelah menyatakan akan mendorong upaya ini dengan timpalannya dari Rusia, Vladimir Putin. Di media sosial Twitter, dia menunjukan : “Di kenyatakan, Presiden Vladimir Putin telah berbahas dengan saya tentang pembentukan satu unit keamanan siber dan hal itu tidak berarti bahwa saya menyatakan bisa membentuk satu unit ini. Hal itu tidak bisa”. Namun, dia menekankan bahwa permufakatan dengan Rusia tentang gencatan senjata di Suriah “bisa dan sudah” berlangsung.

