![]() |
Dia telah menyebutkan sanksi AS sebagai “tidak sah” dan “tidak bisa diterima”, bersamaan itu menegaskan bahwa Rusia punya hak memberikan balasan. Dia juga meminta kepada Pemerintah supaya berencana membantu perusahaan-perusahaan yang berada dalam daftar sanksi AS, termasuk perusahaan-perusahaan yang beraktivitas di bidang metalurgi, energi dan pertahanan. PM Dmity Medvedev menyatakan bahwa sanksi baru AS hakekatnya merupakan langkah proteksi dagang, mendorong kepentingan-kepentingan dagang dari AS di dunia, tanpa memperdulikan aturan-aturan perdagangan sekarang ini. Langkah-langkah ini telah mencegah aktivitas-aktivitas perusahaan-perusahaan Rusia di pasar global dan persaingan dengan para lawan-nya dari AS.
Sementara itu, Istana Kremlin memberitahukan bahwa Moskow sedang mengikuti secara erat situasi pasar Rusia setelah AS mengenakan sanks-sanksi. Istana Kremlin sedang menganalisis pengaruh karena sanksi-sanksi tersebut, tapi hal ini akan memakan banyak waktu.

