Dalam pemberitahuan di medsos Telegram, Menteri Patrushev mengatakan bahwa dua kapal biji-bijian pertama, masing-masing membawa 25.000 ton biji-bijian, telah meninggalkan pelabuhan Rusia menuju ke Burkina Faso dan Somalia. Menurut rencana, kedua kapal ini akan berlabuh di negara-negara Afrika pada akhir bulan ini atau awal bulan depan. Pengiriman biji-bijian berikutnya akan berangkat ke Eritrea, Zimbabwe, Mali dan Republik Afrika Tengah sebelum akhir tahun ini.
Pada Juli lalu, pada sesi pleno Forum Ekonomi dan Bantuan Kemanusiaan Rusia-Afrika, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia siap memberikan bantuan kemanusiaan berupa biji-bijian ke negara-negara yang paling membutuhkannya di Afrika setelah negara ini menarik diri dari Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam - kesepakatan yang mengizinkan Ukraina mengekspor biji-bijian melalui Laut Hitam di tengah konflik. Sebulan kemudian, Rusia mengumumkan akan memberikan 25.000-50.000 ton biji-bijian secara gratis ke 6 negara Afrika, termasuk Burkina Faso, Zimbabwe, Mali, Somalia, Republik Afrika Tengah, dan Eritrea.
